Rabu, 17 Oktober 2012

Gadis Manis Pagi Ini

hai, gadis manis yang masih menutup mata.
tak tahu kah?
bahwa pagi ini tak seindah pagi lalu
ketika kau bermandikan air wudhlu

hai, gadis manis beralis manis.
pergilah dari gelap
tuju lah terang. aku menunggumu.
di titik didih matahari yang hanya satu

jangan menipuku, gadis manis
teropongku berpusat padamu,
aku perhatikan dari lubuk awan
kau selalu bingung dan termenung

terbanglah,
rasakan angin surga yang berhembus
rasakan tulangmu lunglai diarak udara khayangan

gadis manis, basuh indah wajahmu dengan air pagi ini.
setetes dan setetes hingga kau tersadar




-Seulimeum, aceh besar 17 Oktober 2012

Selasa, 11 September 2012

Tertular Malu

menghitung untukku
sendiri, yang telah bergantung
pada waktu,
ya.
waktu

aku tertular malu
karena kau tiru
kebiadabanku mengukur waktu
yang tak pernah tepat
meski sekali
ya.
sekali

lama kugaris tepiannya
biar jelas warna
rupa
suara
gerak
baunya
namun waktu takkan nampak
ya.
takkan

kau selalu saja menggertak
menguras aibku
dan sekali lagi aku malu
kau buat sasaran tembak di kepalaku
tembak!
sayang sekali.
kali ini.
tepat

Minggu, 22 Juli 2012

Tentang Galau

Galau adalah salah satu titik dimana manusia bisa menghasilkan karya.

- Wahyu Langgeng Prastiyo -

Tentang Cinta

ingat seseorang ketika sebelum dan sesudah tidur? itu artinya Cinta.

- Wahyu Langgeng Prastiyo-

Tentang Kedewasaan

kedewasaan seseorang dapat diukur dari bagaimana cara seseorang tersebut menyikapi masa lalunya

-Wahyu Langgeng Prastiyo-

BUON COMPLEANNO 85 ANNI AS ROMA (22 Luglio 1927 - 22 Luglio 2012)


Minggu, 06 Mei 2012

Jangan Pergi Ke Jiran

“ku pergi ke negeri jiran yang kau larang”
Ucapmu lugas membuatku melas,
Melas padamu yang terpaksa naik kelas,
Jadi wakil negara penghasil uang kas

Kau menyeberang tanpa ikhlas
Hati belum kuat, namun kau bilang:
“ aku pantas dan siap tewas!”

Ini bukan sembarang bermain sayang,
Bisa juga nyawamu melayang
Hanya untuk sekering uang

Sejenak berpikirlah dan duduklah disebelah
Biar aku bilang:
“di negeri ini masih banyak celah,
untuk kita cari upah,
dan percayalah,
Indonesia masih cerah,
untuk rakyatnya yang selalu marah.
Namun, jika kau kukuh
Aku hanya bisa melempar keluh”

Jumat, 27 April 2012

5. Puisi Perpisahan Kelas 7E

Pahlawanku

Pahlawanku...
Kaulah yang berjasa bagi kami dan negara ini
semua yang kau punya
Rela kau korbankan bagi bangsa ini
meskipun kau telah tiada sekarang
tetapi namamu akan selalu terkenang di hati kami semua

Pahlawanku...
engkaulah yang telah memerangi
Tindak kejahatan yang telah dilakukan para penjajah

Semasa hidupmu...
Kau ingin sekali menjadikan bangsa ini maju
dan kau ingin rakyat damai dinegara ini
pahlawanku...
kami berterima kasih kepadamu
dan akan selalu mendoakanmu dialam sana
selamat jalan Pahlawanku....

-Alvianto Bagus H.-

4. Puisi Perpisahan Kelas 7E

Indonesiaku

Indonesia...
Di situlah aku dilahirkan
Di Situlah aku dibesarkan
Di Situ pula aku belajar

Indonesia...
Pancasila pedoman hidupmu
Bhineka Tunggal Ika Semboyanmu
Dan burung garuda lambang negaramu

Aku ingin indonesia maju
aku ingin indonesia bersatu
demi meraih cita-cita
mencerdaskan anak bangsa

Garudaku...
Terbanglah engkau menembus lagit ke tujuh....

-Cholifatur Rahman-

3.Puisi Perpisahan Kelas 7E

Air Matamu

Tanggal 08-03-1999
itulah hari kelahiranku
hari di mana aku hidup di dunia ini
Di mana kau korbankan perjuanagan dan air matamu

Ibuku, air matamu akan selalu ada
dan airmatamu akan selalu aku jaga
agar engkau tak lagi bersedih
apa yang kau rasakan hari itu
adalah yang kurasakan sampai hari ini

ibuku, air matamu itu...
adalah sebuah kebahagiaanmu taau kesedihanmu?
engkau yang selalu ada disamping
menemaniku selalu saat duka maupun suka
semua yang aku rasakan dengan air matamu itu
akan aku rasakan

-Gladia Balinawati-

2. Puisi Perpisahan Kelas 7E

Mimpi Indah

Ditidurku yang pulas
Membuatku tak ingin bangun
Rasanya seperti nyata
Tetapi hanya rasa

Andai Saja ini benar
apakah Tuhan mengizinkan
Aku tahu ini hanya mimpi
Mimpi Indah yang tak terlupakan

Mungkinkah ini nyata?
Atau hanya sia-sia?

-Melati Sarasati-

5. Tulis Puisi 8H 2012

Pahlawan Perjuangan

Putih suci hati para pahlawanku
Berani untuk membela kebenaran
Meski bertaruh nyawa yang ada
sungguh mulia ketulusannmu

demi membela negara yang tertindas
kau junjung bumi pertiwimu
demi kemakmuran
kau rela tertindas demi kemakmuran
kau rela tertindas demi keabadian
selama bergilirnya waktu
kau bunuh hari-hari penuh pengorbanan
kau yakini akan pengorbanan itu menjadi pengabdian

Wahai Tuhanku
Dialah pahlawanku
pahlawankulah yang mengharumkan bumi pertiwi ini
menjadikan suasanan negeri menjadi terang kembali
Tuhanku wujudkan semua apa yang aku inginkan
Harumkan nama pahlawanku di sisi-Mu
seperti engkau mengharumkan bumi pertiwiku

karya Rizki Apriani

4. Tulis Puisi 8H 2012

R.A. Kartini

kau adalah wanita yang perkasa
kau mengoirbankan dirimu untuk para wanita
tanpa kau wanita dipandang rendah oleh pria
namun kau telah menaikkan derajat wanita

kau adalah wanita yang mulia
kau akan selalu ku kenang dihatiku
walaupun kau telah tiada
tapi pengorbananmu tidak akan hilang di telan waktu

karya Safira Nurmalika Aziz

Rabu, 17 Oktober 2012

Gadis Manis Pagi Ini

hai, gadis manis yang masih menutup mata.
tak tahu kah?
bahwa pagi ini tak seindah pagi lalu
ketika kau bermandikan air wudhlu

hai, gadis manis beralis manis.
pergilah dari gelap
tuju lah terang. aku menunggumu.
di titik didih matahari yang hanya satu

jangan menipuku, gadis manis
teropongku berpusat padamu,
aku perhatikan dari lubuk awan
kau selalu bingung dan termenung

terbanglah,
rasakan angin surga yang berhembus
rasakan tulangmu lunglai diarak udara khayangan

gadis manis, basuh indah wajahmu dengan air pagi ini.
setetes dan setetes hingga kau tersadar




-Seulimeum, aceh besar 17 Oktober 2012

Selasa, 11 September 2012

Tertular Malu

menghitung untukku
sendiri, yang telah bergantung
pada waktu,
ya.
waktu

aku tertular malu
karena kau tiru
kebiadabanku mengukur waktu
yang tak pernah tepat
meski sekali
ya.
sekali

lama kugaris tepiannya
biar jelas warna
rupa
suara
gerak
baunya
namun waktu takkan nampak
ya.
takkan

kau selalu saja menggertak
menguras aibku
dan sekali lagi aku malu
kau buat sasaran tembak di kepalaku
tembak!
sayang sekali.
kali ini.
tepat

Minggu, 22 Juli 2012

Tentang Galau

Galau adalah salah satu titik dimana manusia bisa menghasilkan karya.

- Wahyu Langgeng Prastiyo -

Tentang Cinta

ingat seseorang ketika sebelum dan sesudah tidur? itu artinya Cinta.

- Wahyu Langgeng Prastiyo-

Tentang Kedewasaan

kedewasaan seseorang dapat diukur dari bagaimana cara seseorang tersebut menyikapi masa lalunya

-Wahyu Langgeng Prastiyo-

BUON COMPLEANNO 85 ANNI AS ROMA (22 Luglio 1927 - 22 Luglio 2012)


Minggu, 06 Mei 2012

Jangan Pergi Ke Jiran

“ku pergi ke negeri jiran yang kau larang”
Ucapmu lugas membuatku melas,
Melas padamu yang terpaksa naik kelas,
Jadi wakil negara penghasil uang kas

Kau menyeberang tanpa ikhlas
Hati belum kuat, namun kau bilang:
“ aku pantas dan siap tewas!”

Ini bukan sembarang bermain sayang,
Bisa juga nyawamu melayang
Hanya untuk sekering uang

Sejenak berpikirlah dan duduklah disebelah
Biar aku bilang:
“di negeri ini masih banyak celah,
untuk kita cari upah,
dan percayalah,
Indonesia masih cerah,
untuk rakyatnya yang selalu marah.
Namun, jika kau kukuh
Aku hanya bisa melempar keluh”

Jumat, 27 April 2012

5. Puisi Perpisahan Kelas 7E

Pahlawanku

Pahlawanku...
Kaulah yang berjasa bagi kami dan negara ini
semua yang kau punya
Rela kau korbankan bagi bangsa ini
meskipun kau telah tiada sekarang
tetapi namamu akan selalu terkenang di hati kami semua

Pahlawanku...
engkaulah yang telah memerangi
Tindak kejahatan yang telah dilakukan para penjajah

Semasa hidupmu...
Kau ingin sekali menjadikan bangsa ini maju
dan kau ingin rakyat damai dinegara ini
pahlawanku...
kami berterima kasih kepadamu
dan akan selalu mendoakanmu dialam sana
selamat jalan Pahlawanku....

-Alvianto Bagus H.-

4. Puisi Perpisahan Kelas 7E

Indonesiaku

Indonesia...
Di situlah aku dilahirkan
Di Situlah aku dibesarkan
Di Situ pula aku belajar

Indonesia...
Pancasila pedoman hidupmu
Bhineka Tunggal Ika Semboyanmu
Dan burung garuda lambang negaramu

Aku ingin indonesia maju
aku ingin indonesia bersatu
demi meraih cita-cita
mencerdaskan anak bangsa

Garudaku...
Terbanglah engkau menembus lagit ke tujuh....

-Cholifatur Rahman-

3.Puisi Perpisahan Kelas 7E

Air Matamu

Tanggal 08-03-1999
itulah hari kelahiranku
hari di mana aku hidup di dunia ini
Di mana kau korbankan perjuanagan dan air matamu

Ibuku, air matamu akan selalu ada
dan airmatamu akan selalu aku jaga
agar engkau tak lagi bersedih
apa yang kau rasakan hari itu
adalah yang kurasakan sampai hari ini

ibuku, air matamu itu...
adalah sebuah kebahagiaanmu taau kesedihanmu?
engkau yang selalu ada disamping
menemaniku selalu saat duka maupun suka
semua yang aku rasakan dengan air matamu itu
akan aku rasakan

-Gladia Balinawati-

2. Puisi Perpisahan Kelas 7E

Mimpi Indah

Ditidurku yang pulas
Membuatku tak ingin bangun
Rasanya seperti nyata
Tetapi hanya rasa

Andai Saja ini benar
apakah Tuhan mengizinkan
Aku tahu ini hanya mimpi
Mimpi Indah yang tak terlupakan

Mungkinkah ini nyata?
Atau hanya sia-sia?

-Melati Sarasati-

5. Tulis Puisi 8H 2012

Pahlawan Perjuangan

Putih suci hati para pahlawanku
Berani untuk membela kebenaran
Meski bertaruh nyawa yang ada
sungguh mulia ketulusannmu

demi membela negara yang tertindas
kau junjung bumi pertiwimu
demi kemakmuran
kau rela tertindas demi kemakmuran
kau rela tertindas demi keabadian
selama bergilirnya waktu
kau bunuh hari-hari penuh pengorbanan
kau yakini akan pengorbanan itu menjadi pengabdian

Wahai Tuhanku
Dialah pahlawanku
pahlawankulah yang mengharumkan bumi pertiwi ini
menjadikan suasanan negeri menjadi terang kembali
Tuhanku wujudkan semua apa yang aku inginkan
Harumkan nama pahlawanku di sisi-Mu
seperti engkau mengharumkan bumi pertiwiku

karya Rizki Apriani

4. Tulis Puisi 8H 2012

R.A. Kartini

kau adalah wanita yang perkasa
kau mengoirbankan dirimu untuk para wanita
tanpa kau wanita dipandang rendah oleh pria
namun kau telah menaikkan derajat wanita

kau adalah wanita yang mulia
kau akan selalu ku kenang dihatiku
walaupun kau telah tiada
tapi pengorbananmu tidak akan hilang di telan waktu

karya Safira Nurmalika Aziz