Kamis, 03 Februari 2011

Pucuk-Pucuk Kantuk

Bergulat dengan pucuk-pucuk kantuk
Mencekik nafas yang perlahan kena surup
Puing-puing malamku perlahan redup
Mencari teman berpagar hidup

Telah,
Sampai di sini
Tidurku bercermin diri
Membingkai kerutan mimpi
Di rawan belaian rakusnya sepi

Sudah cukup untuk berhenti
Meringkas cerita diri
Di serpih malam yang kian ngeri
Untuk para penjunjung nurani

Sesuai arah, pandang ini memaku
Panah kan bersarang di tulang bahu
Racun kan membatu di darah kelu,
Virus akan menyapu ketahan paru
Kau akan meringkus rentannya perasaanku

Tidak ada komentar:

Kamis, 03 Februari 2011

Pucuk-Pucuk Kantuk

Bergulat dengan pucuk-pucuk kantuk
Mencekik nafas yang perlahan kena surup
Puing-puing malamku perlahan redup
Mencari teman berpagar hidup

Telah,
Sampai di sini
Tidurku bercermin diri
Membingkai kerutan mimpi
Di rawan belaian rakusnya sepi

Sudah cukup untuk berhenti
Meringkas cerita diri
Di serpih malam yang kian ngeri
Untuk para penjunjung nurani

Sesuai arah, pandang ini memaku
Panah kan bersarang di tulang bahu
Racun kan membatu di darah kelu,
Virus akan menyapu ketahan paru
Kau akan meringkus rentannya perasaanku

Tidak ada komentar: